Rabu, 12 Januari 2011

Konsep Penginderaan Jauh


Penginderaan Jauh
Menurut Seelye Martin (2004) penginderaan jauh (remote sensing) adalah penggunaan gelombang radiasi elektromagnetik untuk memperoleh informasi tentang lautan, daratan dan atmosfer tanpa kontak langsung dengan objek, permukaan atau fenomena yang dikaji. Konsep dasar penginderaan jauh terdiri dari beberapa komponen:
a.    Sumber Tenaga
Sistem penginderaan jauh membutuhkan sumber tenaga. Baik alamiah maupun buatan. Tenaga yang dimaksud berupa spektrum elektromagnetik yang meliputi spektra kosmis, gamma, sinar x, ultra violet, cahaya tampak, infra merah, gelombang mikro, serta gelombang radio. Jumlah total seluruh spektrum disebut spektrum elektromagnetik. Dalam dunia penginderaan jauh, terdapat 2 sistem tenaga pada wahana yaitu sistem pasif dan sistem aktif (Tjokrosoewarno, 1979).
-       Sistem Pasif
Pada wahana yang menggunakan sistem pasif, sumber tenaga utama yang dibutuhkan oleh satelit berasal dari sumber lain yang tidak terintegrasi dalam wahana. Sumber tenaga yang dimaksud biasanya berupa energi yang berasal dari matahari. Beberapa wahana yang menggunakan sistem ini antara lain ASTER, SPOT, Landsat, NOAA, MODIS, dan lainnya.
-       Sistem aktif
Pada wahana yang menggunakan sistem aktif, sumber tenaga utama yang dibutuhkan oleh wahana menggunakan tenaga elektromagnetik yang dibangkitkan oleh sensor radar (radio detecting and ranging ) yang terintegrasi pada wahana tersebut. Beberapa wahana yang menggunakan sistem ini antara lain Radarsat, JERS, ADEOS, dan lainnya.
b.    Atmosfer
Semua sistem penginderaan jauh pastinya melalui atmosfer dengan jarak atau panjang jalur tertentu. Pengaruh total atmosfer berbeda-beda sesuai dengan : jarak yang dilalui, besarnya sinyal tenaga yang diindera, kondisi atmosfer, dan panjang gelombang yang digunakan. Oleh karena itu pengaruh atmosfer sangat bervariasi menurut panjang gelombang, waktu dan tempat.
c.    Interaksi antara Tenaga dan Objek
Sesuai dengan asas kekekalan energi, maka ada tiga interaksi apabila tenaga mengenai suatu objek, yaitu dipantulkan, diserap atau diteruskan. Hubungan timbal balik antara tiga interaksi tersebut merupakan fungsi panjang gelombang sebagai berikut:
          E(λ) = Ep(λ) + Es(λ) + Et(λ) ….………………………(1)
Dimana
E          = tenaga yang mengenai benda
Ep        = tenaga yang dipantulkan
Es         = tenaga yang diserap
Et         = tenaga yang diteruskan
l                     = panjang gelombang

Gambar 1 Sistem Penginderaan Jauh (Sutanto, 1994)
d.    Sensor Penginderaan Jauh
Sensor adalah alat perekam objek bumi. Sensor dipasang pada wahana (platform) dan letaknya jauh dari objek yang diindera, maka diperlukan tenaga elektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan oleh objek tersebut. Sensor terbatas kemampuannya untuk mengindera objek kecil. Batas kemampuan memisahkan setiap objek dinamakan resolusi. Resolusi citra satelit merupakan indikator tentang kemampuan sensor atau kualitas sensor dalam merekam objek. Resolusi satelit sendiri menurut Purwadhi (2001), terbagi menjadi lima (5), yang biasa digunakan sebagai parameter kemampuan sensor satelit adalah :
-       Resolusi Spasial
yaitu ukuran obyek terkecil yang masih dapat disajikan, dibedakan dan dikenali pada citra. Semakin kecil ukuran objek yang dapat direkam, semakin baik resolusi spasialnya.
-       Resolusi Spektral
yaitu kemampuan sistem pencitraan atau sensor optik elektronik satelit untuk membedakan informasi atau daya pisah obyek berdasarkan besarnya pantulan atau pancaran spektral spektrum elektromagnetik yang digunakan untuk perekaman data. Semakin banyak kanal atau band spectral suatu sensor, semakin baik resolusi spektralnya.
-       Resolusi Radiometrik
yaitu kemampuan sistem sensor untuk mendeteksi perbedaan pantulan terkecil, atau kepekaan sensor terhadap perbedaan terkecil kekuatan sinyal untuk mengubah intensitas pantulan atau pancaran menjadi angka digital (digital number). Semakin kecil nilai digital number suatu objek, semakin tinggi radiometriknya.
-       Resolusi Termal
yaitu keterbatasan sensor penginderaan jauh yang merekam pancaran tenaga termal atau perbedaan suhu yang masih dapat dibedakan oleh sensor penginderaan jauh secara termal.
-       Resolusi Temporal
    yaitu kemampuan sensor untuk merekam ulang objek yang sama. Semakin cepat suatu sensor merekam ulang objek yang sama, semakin baik resolusi temporalnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar